Panduan Cara Menjadi Dropship Hijab Syar’i Online Shop

Apakah Anda reseller dropship? Kebanyakan supplier atau distributor yang menerima reseller memberikan kebebasan kepada reseller untuk menentukan harga jual sendiri. Nah, kendala yang sering dihadapi oleh reseller pemula adalah kebingungan ketika akan menentukan harga jual tersebut.

Reseller jangan asal markup harga, karena itu akan menentukan keberlangsungan penjualan Anda. Jangan sampai harga yang Anda tawarkan kepada konsumen malah terkesan “mahal”, ini akan merusak kesan pertama dan mencederai brand image toko online Anda. Dalam menentukan harga jual satu produk, reseller juga sebaiknya mempertimbangkan supply dan demand yang terjadi. Jika saat permintaan banyak dan barangnya sedang langka (supply-nya sedikit), seorang reseller boleh saja menaikkan harga dari biasanya.

Menjadi Reseller Hijab Syar’i Terbaru

Secara umum, rumus keuntungan bagi reseller adalah harga jual dikurangi harga beli. Apabila kita misalkan harga beli atau harga dari supplier Anda adalah Rp 100.000 rupiah, maka Anda harus menetapkan harga jual di atas tersebut. Berlaku rumus: harga beli + X = harga jual, dengan x adalah margin keuntungan Anda. Permasalahannya, banyak reseller pemula yang menentukan x atau margin tadi tanpa alasan dan perhitungan yang jelas. Akibatnya harga menjadi labil, gampang berubah dan profit akhirnya tidak bisa di prediksi.

Jika Anda reseller dropship, tentu tidak perlu memikirkan biaya transportasi atau biaya packing hijab syar’i, karena semua itu sudah dilakukan oleh supplier. Nah, yang harus Anda hitung adalah biaya operasional Anda sendiri yang harus dipenuhi untuk menunjang proses jual beli. Salah satunya adalah pulsa yang harus Anda beli untuk melakukan komunikasi dengan supplier dan konsumen. Misalnya dalam satu bulan, setelah di kalkulasi Anda membutuhkan pulsa Rp 100.000 rupiah.

Anda tentu saja tidak mungkin akan selamanya menjadi reseller. Suatu saat akan ada fase jenuh dan memaksa Anda harus membuat tantangan baru. Misalnya dalam waktu satu tahun Anda sudah harus mempunyai toko yang bisa membeli stock dalam jumlah banyak. Saat berada pada fase ini, Anda sudah bukan lagi sebagai reseller. Tapi sudah menjadi grosir bahkan bisa juga menjadi supplier yang sanggup melayani reseller lainnya.

Related posts: